o (garis bentuk lingkaran)

2016 sebentar lagi

 

Yap, bulan ini adalah bulan yang terakhir dalam masehi, bulan yang banyak cerita, banyak momen. Seperti tahun ini, sudah 12 hari akan terlewati banyak kisah yang membuatku belajar akan hidup. Karena usia saat ini sudah tak lagi “muda” ada pemikiran yang sudah menjadi peringatan, tapi peringatan itu membuatku sedih dan terkadang menetaskan air mata. Sudahlah bukan waktunya bercerita tentang diriku tapi ini terjadi pada kehidupan sekelilingku.

 

Kau tahukan kata mantan? Yap ia bekas kata orang sih, bukan yang itu yang akan kuceritakan tapi apakah ayah, ibu dan anak bisa jadi mantan? Apalagi dari darah dagingnya sendiri? Mantan ayah? Mantan ibu? Mantan anak? Apakah itu ada? Tentu saja tidak ada. Tapi yang terjadi adalah saat kedua sosok ayah dan ibu bercerai mereka menjadi mantan, yaitu mantan isteri dan mantan suami. Bagi anak mereka adalah tetap sama tak ada mantan.

Bagaimana bila kita di posisi tersebut? Bagaimana keadaan kita? Apa yang kita mau dan lakukan bila diposisi tersebut? Itulah yang terpikirkan sampai air mata tak tertahankan, pertanyakan pada diri sendiri itu sakitkah? Itu menyesakkan? Tapi mereka masih dapat memberikan senyuman itu padaku, ya padaku. Selalu gagu untuk memulai pembicaraan, tak dapat berbuat banyak selain mennayakan keadaannya dan kesehatannya, menanyakan berbagai hal yang tak ada sangkut paut itu semua. Karena terasa sakit bila aku ada diposisi itu, terasa menyesakkan hulu hati dan sakit untuk mengingatnya. jahatnya diriku hanya dapat memulai tak dapat melanjutkan, karena takut akan membuaat sakit dan mengingatnya karena saat itu akan terjadi kebingungan bagi diriku itulah hambatan yang tak dapat di jangkau olehku.

apa yang dapat kulakukan, karena keberadaan yang berbeda dan berjauhan, sudah kulakukan dengan hal yang mudah dengan media sosial tapi itlah yang terjadi tak banyak  yang dapat diketahui, hanya doa, yap doa pada sang Raja Semesta agar mereka selalu sehat dan dapat tersenyum. aku rindu sama halnya saat ini aku rindu hingga penat tak terbendung dan akhirnya air mata mengalir. kesendirian tak menyenangkan, aku rindu bersama, bersama membuat hal seperti senyuman, itu adlaah hal yang membuat penat ini berkurang.

 

apakah dapat kembali? lembali sadar akan ada banak impi, dan berusaha mengejar dan membuat mereka tersenyum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s