kuning

hari ini seperti biasa, kuliah, tapi salah jadwal. mendapatkan kabar masuk kuliah pukul 8:00 tapi saat masuk kelas dengan “lempeng” ternyata sudah setengah jam berlalu tapi bukan itu yang ingin ku ceritakan ini mengenai si “kuning”. kenapa aku ingin bercerita tentang “kuning”. ada sebuah kata yang mempunyai arti bahagia dan duka.
ialah bendera kuning dan janur kuning.

tepatnya pada hari ini, adik tingkatku dikabarkan meninggal dunia, semoga amal ibadahmu diterima ya de, serta orang yang menyayangimu diberi ketabahan. dan esok serta lusa adalah hari pernikahan saudara semuslim dari satu organisasi tapi mohon maaf ya kakak cantik aku tak bisa hadir karena aku memiliki agenda yang tak bisa meminta izin karena sedang dibutuhkan. semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrahma ya dan mendapatkan generasi yang unggul akan akhlak dan kehidupan. semoga perwakilan yang hadir dapat membuat kakak cantik tersenyum lebar. salam manis dari kay.

baiklah, kenapa kata kuning membuatku ingin bercerita.
banyak orang yang bilang “usia kamu masih muda masih panjang, buatlah mimpi ini, itu, lakukanlah” tapi apa kenyataannya? tak ada yang tahu usia atau umur sama sekali selain Sang Semesta, “apa yang harus dilakukan kalau begitu? apa aku harus beribadah setiap saat (detik menit jam hari)? atau aku lakukan nanti saja?” yap setiap detik menit jam bahkan hari dan minggu serta bulan, tahun pastikan langkahmu adalah ibadah yang diberikan secara ikhlas kepada Sang Semesta. karena tak kan pernah ada yang tahu, akan meninggal seperti apa, yang pasti harapan dan berharap kepada-Nya untuk meninggal dengan kondisi yang baik (saat taat pada-Nya).
serta kenapa janur kuning membuatku menarik untuk ku tulis pada malam ini,
tak mungkin dan munafiknya pada usia 20an tak ada yang pernah memikirkan tentang janur kuning atau simbol dari sebuah perayaan pernikahan. walau sekali tetap saja namanyapernah memikirkan. siapa sih yang tak ingin melengkapkan segenap agamanya yaitu dengan melakukannya sebuah pernikahan. kebahagian yang bercampur aduk menjadi satu tapi apakah dapat melakukan kebahagian itu dengan sosok yang selalu menjadi bagian hidupmu?
teringat, sebuah momen bahagia yang ditunggu tapi sebelumnya mereka mendapatkan duka, salah satu sosok yang mempengaruhi hidupmu itu meninggal. terbesit apakah berlanjut sebuah pernikahan atau tertunda? duka ya duka, kesedihan tetap ada, tak akan mungkin yang talah meninggal dapat hadir, hanya dapat mendoakannya agar mendapat tempat yang indah di sisi sang Semesta. sebuah pernikahan pun tetap berjalan dengan syahdu.
dalam hati kecil “ma/pa/ummu/abbu aku menikah” senyum lebarpun terpancarkan oleh sang pembelai saat perrnikahan.

saat itulah para malaikat turun dan mendoakan yang terbaik untukmu, dengan awal yang baik (insyaAllah berakhir dengan baik pula). tak ada lagi kesedihan yang menyalahkan tapi kesedihan yang berbuah kebahagian.

aku pun banyak belajar darimu, aku persiapkan hanya untuk sang Semesta. karena itu doa selalu terpanjatkan agar diberikan kesehatan dan keselamatan untuk iyung dan ayah, serta orang sekelilingku yang baik maupun belum baik.

selalu bersyukur dengan mereka yang masih ada dan berikan pelukan serta kecupan atau pesan doa yang indah serta doa saat mereka ada dan sudah tiada tapi ada dalam hatimu.

malam dengan langit yang mendung
oktober 2015
dzulhijah 1436

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s