Doakan mereka

Innalillahi wainnalillahi roji’un saat mengetahui terucap oleh ayah, saat itulah tidurku mulai tidak pulas. “Yung, pak rt telpon, rumah dimalingin” *iyung yang sedang ngobrol dengan beberapa sanak saudara pun kaget* aku yang masih di posisi tertidur sambil menyimak, tidak menyangka pasti. Bahkan masih dikira hanya halusinasi karena masih tertidur, memang benar keadaanya. Rumah terbuka dengan pagar yang sudah tidak memiliki sang pengaman yaitu gembok dan rantai. Dua pagar dari garasi serta samping rumah. Menyeramkan, mengagetkan *merasakan hal yang sering dilihat di berita, film* ya hancur sudahlah hancur. Awalnya hanya beberapa yang tahu, menyimak, menyimak akhirnya adikku yang bungsu mengetahuinya. Datang kepangkuan iyung menanyakan hal tersebut benar apa tidak, saat ditanya ia mengetahui darì siapa, ternyata ada intel ia adalah sepupu yang seumuran oleh adikku *banyaknya anak yang masih berkata apa adanya, lucunya*. Adik menangis iyung pun dan bibi meneteskan air mata, dan setelah itu orang tua dengan baik menasehati, mengingatkan untuk bermuhasabah (introspeksi diri) dari hal terkecil yang pernah dilakukan atau hal kebiasaan yang sudah hilang dari kebiasaan untuk bersyukur kepada sang Pencipta Alam Semesta ini ya Dia, Allah SWT. Karena situasi awal tak ada tangisan hanya komentar, bercerita dan mengingat hal apa yang pernah terlontarkepada orang lain.

Keputusan pun di lontarkan oleh kepala keluarga, untuk pulang membereskan istana keluarga yang sederhana serta bertemu, berterimakasih kepada semua yang telah membantu sebelumnya oleh pak rt, tetangga dekat dan sodara dijakarta.setelah itu, persetujuan dari wakil keluarga yaitu iyung yang memberikan perizinan untuk pulang, tapi yang sebenarnya takut bila kepala keluarga pergi sendiri, takut terjadi hal yang tak diinginkan. Akhirnya ayah mengajak diriku untuk membantu sebelumnya memang sudah merencanakan pulang dengan adik perempuanku tapi 2 hari kemudian setelah hari minggu. Dikarenakan karena ada musibah yang memiliki hikmah ini dipercepat. Tak banyak berucap aku pun menganggukan kepala yang menandakan iya.

Setelah sholat subuh, semua sudah siap dan rapi. Sarapan tak lupa karena iyung sudah menyiapkan. Diantarkan dengan om, dua sepupu dan adik bungsuku ke pull bus budiman. Bismillah semoga perjalanan pulang lancar, karena beralih dengan bus jakarta dikarenakan bus bekasi belum hadir.

Rencana Allah itu indah, semua punya balasan yang baik ataupun buruk. Tak boleh ada dendam untuk *mereka yang mengambil pekerjaan ataun keputusan ini”, doakan mereka semoga dapat bertemu dengan hidayah, bertaubat kepada sang Maha Segalanya, Sang Pencipta Alam Semesta. Kita hanya bagian kecil dari Alam Semesta, kita hanya “menumpang” di tempat kita berpijak yang bernama bumi. Kalau kata bibi, “alhamdulillah barang yang diambil bukan keluarga atau kejadian kebakaran, dan hal yang tak diinginkan”. Ucap syukur, permohonan maaf dalam sujud kepada sang Maha Segalanya. Terimakasih memberikan kami semua, dapat menghirup oksigen dan bangun di hari ini.
Semoga mereka pun seperti itu serta dapat bersujud memohon ampun pada-MU yang Maha Segalanya. Hati-hati teman, kawan, sahabat, saudara, keluarga saat mudik, saat berpergian. Jagakeselamatan yang utama ya. Semua hanya titipan kok. Semoga dapat dipelajari dan diambil hikmahnya ya. Tak boleh melabelkan atau pun menghakimi. Doakanyang baik untuk mereka.
Selamat pagi, peluk orang yang kalian sayangi.

image

Situasi rumahdiambil oleh tetangga dekat. Bintara -bekasi

-Bus banjar -jakarta,07:16, minggu 20juli 2015-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s