Dua bola mata ini melihat kearah langit dengan udara yang dingin.

Bintang itu diam.
Bintang itu bercahaya.
Bintang itu tersenyum.
Bintang hadir ketika malam datang, tapi kenapa saat ini kau tak hadir?

ternyata sang bulan saat ini memberi sinarnya terlalu terang dan akhirnya bintang tak hadir pada gelapnya kota ini. Kenapa bulan? Apa kau egois? Atau kau memang jahat seperti ini?

Kuharap tidak, redupkanlah sedikit cahayamu, agar bintang dapat hadir dan menemanimu bulan, walau kau besar dan sendiri tapi bintang mau berteman dan menemani dirimu. Walau kau tak sama dengan kami, tapi kau teman saat gelap hadir. Bercahayalah bersama-sama…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s